"ternyata selama ini kau tak mencintaiku sepenuh hati, kau hanya melihat dari segi luar ku saja. jadi untuk apa hubungan kita selama ini ? hanya untuk main2 saja ?"aku memaki seorang disebrang sana.
"bukan itu, tapi orang tua ku yang melarangnya. aku hanya ingin berbakti saja. tidak ada maksud lain. sungguh." kata pria disebrang sana.
"kalau memang benar kau hanya ingin berbakti kepada kedua orang tuamu kenapa tidak dari dulu saja kau putuskan aku?" tanyaku.
"itu karena....." iya menggantung kalimatnya.
"sudahlah aku tak ingim lagi berurusan dengan cowok banci sepertimu."kataku mengakhiri pembicaraan via telfon itu.
kubanting hp itu sejauh mungkin dari hadapanku .
"aku ca..caa,..cat. tak ada yang menginginkan ini sebelumnya . pacar, teman-temanku kini menjauhiku. baru kusadari ternyata mereka hanya memandang semuanya dari segi fisik saja tak pernah memandang yang lain."
kataku sambil terisak menyaksikan kehidupanku saat ini.
6 tahun yang lalu
aku sisi , seorang perempuan yang dibesarkan di keluarga yang sangat sederhana. ayahku guru sedangkan ibu seorang penjahit. aku anak satu-satunya dari ayah dan ibu. mereka sangat menyayangiku. bahkan mereka rela mengabulkan setiap keinginanku. sesulit apapun itu.
sampai suatu ketika aku ingin melanjutkan kuliahku di jakarta , ayah dan ibu pertama tak setuju dengan keputusanku itu . tapi karna aku tetap menginginkannya, akhirnya mereka menyetujuinya . setelah keinginanku itu diperbolehkan aku ikuti tes di salah satu universitas negri disana. sebulan kemudian aku dinyatakan lulus. lalu aku pindah ke jakarta, ayah dan ibu yang mengantar dan mencari tempat tinggal disana .
"nak, jaga dirimu baik-baik ya . ingat pesan ibu, ini kota orang kau harus pandai-pandai bergaul."
"kau ingat pesan ibumu itu, janganlah kau nakal di kota orang, kau anak ayah dan ibu satu-satunya . kami tak ingin terjadi apa-apa denganmu. jika kau libur, sempatkan pulang melihat ayah dan ibumu ini."
"iya ayah, iya ibu, sisi akan ingat pesan ayah dan ibu . nanti setelah libur sisi akan pulang kekampung halaman kita . tak enak juga lama-lama di kota orang . apalagi tak bisa merasakan masakan ibu lagi setiap hari."
"hahahaha." serempak kami tertawa.
3,5 tahun aku menjalani kuliah disana berjalan dengan lancar, aku lulus dengan IP 3,9 . Alhamdulillah aku peringkat ke 2 sefakultasku . ku lihat ayah dan ibu tersenyum melihat aku dipanggil untuk naik ke atas panggung. ku lihat ibu menjatuhkan air matanya untukku ya untukku .
"ayah bangga sama mu nak."
"ibu juga bangga."
"terimakasih ayah ibu, ini semua berkat doa dari kalian semua . hmm ayah ibu kenalkan ini reyhan orang yang selalu menemaniku selama ini. ini saatnya aku memperkenalkannya pada kalian."kataku.
reyhan menyalami kedua orang tuaku bergantian . ayah dan ibu hanya bingung saja. mungkin karna sebelumnya aku tak pernah cerita kepada mereka. reyhan adalah pacarku kami bertemu ketika aku magang di perusahaan tempatnya bekerja. dia 3 tahun diatas aku umurnya. dia baik , waktu aku magang disana ia selalu mengajari aku bagaimana kerja disana . semenjak saat itu aku mulai dekat dengannya dan rasanya aku sangat nyaman berada di dekatnya . padahal sebelumya aku tidak ingin pacaran dulu aku ingin menyelesaikan kuliahku dulu . tapi aku memang tak bisa menahannya, aku takut ia diambil orang hahaha.
seminggu setelah wisuda itu aku pulang kekampung halaman bersama ayah dan ibu . aku senang bisa kembali pulang . bisa merasakan sejuknya udara di kampung. bisa kembali merasakan masakan ibu lagi tapi setelah sebulan aku berada disana aku ingin kembali ke jakarta . aku ingin kerja disana, aku ingin bertemu reyhan. reyhan mau membantu aku mencarikan tempat kerja. tapi apakah ayah dan ibu mengizinkan aku buat meninggalkan mereka lagi. aku takut untuk mengutarakan keinginanku ini.
"ayah ibu sisi mau bicara sesuatu yang sangat penting." kataku mengawali pembicaraan.
"katakan saja apa maumu nak." kata ayah datar.
"ayah ibu sisi ingin kerja dijakarta, sisi ingin kerja disana. ingin cari pengalaman disana. boleh ya yah bu ."kataku memohon.
"tentu saja boleh nak, ayah tau kau rindu kan ingin bertemu dengan dia, siapa namanya?orang yang waktu itu kau kenalkan dengan ayah dan ibu."
"reyhan yah, jadi sisi boleh kejakarta? rencananya seminggu lagi sisi akan berangkat kesana."
"ayah izinkan nak, ingat pesan ayah jaga dirimu baik-baik disana."
"tapi ibu tidak mau sisi pergi lagi yah."kata ibu menyambung pembicaraan ayah tadi.
"sudahlah bu, sisi sudah besar dia sudah bisa menentukan pilihannya sendiri. jangan ibu kekang terus . lagian ayah sudah percaya sama sisi dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri."
"ya sudahlah, tapi jangan kau lupakan ibu dan ayah mu disini ya nak. pulang jika kau ada waktu."
"sip." kupeluk orangtua ku yang kusayang itu, tak tega sebenarnya meninggalkan tapi bagaimanapun aku harus melakukan ini.
keberangkatan aku waktu itu , ayah dan ibu hanya menemani sampai stasiun saja. tak seperti dulu lagi mereka selalu menemani sampai jakarta. tak tega melihat mereka mengantarku sampai jakarta. sesampainya di jakarta reyhan telah menungguku . ternyata dia telah menyiapkan kontrakan untukku. dia memang pria yang baik .
"kamu pasti lelah kan, tidurlah setelah aku pergi nanti. jika kamu ingin sesuatu hubungi saja aku. ok sayang." katanya mengawali pembicaraan.
"iyaa, kamu langsung pulang ya. jangan keluyuran ."
"iya."katanya sambil memencet hidungku.
2 bulan aku dijakarta, aku sudah bekerja di salah satu perusahaan ternama dijakarta. reyhan selalu menjemput dan mengantarku. aku merasa seperti ratu dibuatnya hahaha.
sampai suatu saat dia tak bisa menjemputku, terpaksa aku harus naik angkot di malam hari itu,. tapi nasi sudah menjadi bubur , malam itu naas sekali. ketika aku ingin menyebrang ada motor yang menabrakku. aku langsung tak sadarkan diri. ketika aku terjaga aku sudah berada di rumah sakit.
aku melihat reyhan, tapi ketika aku bangun ia meninggalkanku. kucoba untuk memanggil namanya tapi suaraku tak kunjung keluar. kaki ku pun tak bisa digerakkan. kulihat ada seseorang yang ingin masuk kedalam, aku berharap kalau itu reyhan tapi ternyata itu suster. ku tanya padanya apakah ia melihat reyhan tapi ia bilang kalau reyhan sudah pulang ia bilang reyhan sudah membayarka administrasinya.
"oh ya sus, kaki saya kenapa tidak bisa digerakkan ya?" tanyaku lagi padanya.
"yang sabar ya mbak, mbak mengalami kelumpuhan di kaki."
"apa? saya lumpuh. tidak mungkin ini pasti tidak mungkin . ini tidak mungkin terjadi."aku terisak tak percaya.aku suruh suster itu mengambilkan hp didalam tas dan menyuruhnya menelfon ayah. aku bingung kenapa disaat seperti ini kenapa reyhan tak menemaniku.
keesokan paginya aku lihat ayah dan ibu sudah berada diruangan tempat ku dirawat bersama dokter. ternyata dokter memberitahukan bagaimana kondisiku saat ini.
"nak, kamu apa kabar?"tanya ibu setelah dokter meninggalkan kami bertiga.
"aku baik-baik saja, hanya kaki ini saja yang tidak bisa digerakkan. ayah ibu sisi mau pulang." kataku.
"pulang kemana nak?"tanya ayah.
"pulang kekampung."ayah dan ibu bingung tapi menuruti permintaanku itu.
hari itu juga aku diperbolehkan pulang oleh dokter, aku mengajak ayah dan ibu kekontrakanku . lalu menyuruh ayah dan ibu membereskan semua barang-barangku. aku ingin secepatnya pulang aku tak ingin belama-lama disini.
"apa kau tidak pamit dulu dengan reyhan?" tanya ayah padaku.
"tidak perlu yah, reyhan terlalu sibuk untuk diganggu. kasihan kalau ia diganggu."
"terserahmu sajalah nak."
setelah sesampainya disana aku mendapatkan sms dari reyhan.
"kenapa tidak mengabariku kalau mau pulang? sepertinya kita tidak bisa bersama lagi . orang tuaku tidak mengizinkan kita untuk bersama.
setelah berakhirnya hubunganku dengannya, semua berubah. aku tak percaya ini bisa terjadi padaku. semua orang menjauhiku. kenapa mereka hanya melihat fisik ku saja. aku tak menyangka sungguh tak menyangka.
berhari-hari aku mengurung diri dikamar, tak ingin sedikit pun keluar rumah. aku selalu termenung menyaksikan kehidupanku saat ini.. kucoba untuk bangkit tapi lagi-lagi aku menepisnya. sampai suatu ketika ..
"si, bisa keluar sebentar nak. ibu mau minta tolong."sapa ibuku dari luar sana.
sebenarnya aku tak ingin menjawabnya, tapi ntah mengapa tubuh ini ingin melangkah ke luar.
"iyaa bu, tunggu sebentar."kataku sambil membuka pintu kamarku.
"si, bisa kamu jaga rumah dulu. nanti ada ibu nana yang mau ngambil baju jahitannya. bajunya sudah ibu bungkusin ibu letak dimeja. soalnya ibu ingin mengantar jahitannya ibu ningsih . dia bilang dia nggak bisa kesini. ibu bisa kan minta tolong sama kamu nak ?" kata ibu menjelaskan panjang lebar.
"iyaa bu, sisi mau kok jagain rumah. sisi juga udah bosan di kamar terus. saatnya sisi buka lembaran baru."kataku mejelaskan.
"ibu yakin nak, kamu bisa melalui ini semua. ibu percaya kamu itu wanita yang kuat. sudah dulu ya ibu mau pergi takut kesiangan. Assallammualaikum."kata ibu mengakhiri pembicaraannya.
"walaikumsalam."kataku menjawab salam ibu.
dari dulu aku memang ingin mengenakan jilbab, aku ingin mendekatkan diri kepada Allah. hmm apa salahnya aku mencobanya sekarang. aku ingi membuka lembaran baru sekalian ingin penampilan baru. ku acak-acak lemari pakaianku, ku lihat ada rok panjang dan baju panjang disana. kupakai baju dan rok itu. aku masih mikir selama ini aku tidak pernah pakai jilbab, mana punya aku jilbab. hmm aku lihat ada jilbab yang tergantung di pintu belakang kamarku. aku ingat itu jilbab ibu yang kupinjam waktu lebaran tahun kemaren tapi tak sempat kupake. dan aku ingin memakainya sekarang.
"assallammualaikum."kata seseorang di depan pintu ketika aku memakai jilbab.
cepat-cepat aku memakai jilbabnya, "walaikumsalam."terlihat seorang pria tampan.
"permisi, saya ingin mengambil baju jahitan ibu nana. saya anaknya, ."katanya two the point.
"iya, tunggu sebentar saya ambilkan."kataku sambil mengambil baju itu diatas meja yang dikasih tau ibu tadi.
"ini bajunya."kataku memberikan bajunya.
"terimakasih, hmm kenalkan saya angga."katanya memperkenalkan dirinya.
Aku terpaku melihat senyum itu.
"Heyy, are you okay ?". Tanyanya.
"Eh, maaf-maaf. Kenalkan nama saya sisi, anaknya dari ibu penjahit dirumah ini". Kataku.
"Hmm , tapi kok nggak pernah kelihatan ya?" tanyanya lagi .
Aku pun menceritakan masalalu ku .
Dari pertemuan yg singkat itu kami berdua sering ketemu dan kami berdua menjadi seorang teman. Ya sekedar teman ☺. Sampai akhirnya, tumbuhlah benih2 cinta di dalam diriku. Ntah darimana semua itu bermula. Tak mungkin aku memperlihatkan rasa itu padanya. Dia sudah ada yg punya, tak mungkin aku mengambil apa yg telah menjadi milik orang lain.
Aku berusaha untuk diam, diam kalau aku menaruh hati padanya. Sampai suatu ketika.
Suatu hari dia datang kerumahku memberikan sebuah hadiah yg dibungkusi sebuah kotak bewarna ungu lengkap dengan pitanya. Ntah angin apa yg membawanya kerumah dan memberikan hadiah itu.
"Apa ini?" tanyaku.
"Buka saja, nanti pasti kamu suka." jawabnya.
Langsung saja kubuka kotak itu, dan ternyata isinya sebuah longdrees ungu beserta jilbabnya. Dia memang tau warna kesukaanku. Tapi ntah kenapa hatu berasa deg deg an berasa ingin copot dari tempatnya.
"Why?"
"Why not?" jawabnya sambil tertawa.
"Hmm, makasih buat hadiahnya." ucapku sambil tersenyum malu-malu.
"Aku ingin mengajak mu makan malam bersama keluargaku, pakailah baju ini. Aku ingin melihatmu cantik malam ini. Nanti malam akan aku jemput. Bye." katanya sambil berlalu meninggalkanku yg masih bingung dengan apa yg diucapkannya barusan.
Tibalah malam ini datang, aku masih saja terpaku melihat keluarga ini. Aku tak percaya bisa berada ditengah-tengah mereka.
"Si kenapa diam?" Angga bertanya kepadaku.
"Hah, tidak tidak kenapa2 kok."jawabku tergagap.
"Sisi, angga sudah banyak cerita tentang kamu. Tante baru pertama liat kamu aja udah kagum apalagi angga yg udah liat berkali-kali. Kata angga kamu udah gak kerja lagi yaa?" tanya mama angga kepadaku.
"Iya tante, siapa yg mau menerima wanita cacat seperti saya ini kerja."sambil tertawa datar.
"Siapa bilang? Kami bertiga sudah memutuskan buat kamu mengelola bisnis rumah makan keluarga ini yg didaerah kita saja. Angga mengurus didaerah yg lainnya. Tante sama om udah capek, udah tua jadi gak bisa mengurusnya lagi." jelas om panjang lebar.
"kalau memang benar kau hanya ingin berbakti kepada kedua orang tuamu kenapa tidak dari dulu saja kau putuskan aku?" tanyaku.
"itu karena....." iya menggantung kalimatnya.
"sudahlah aku tak ingim lagi berurusan dengan cowok banci sepertimu."kataku mengakhiri pembicaraan via telfon itu.
kubanting hp itu sejauh mungkin dari hadapanku .
"aku ca..caa,..cat. tak ada yang menginginkan ini sebelumnya . pacar, teman-temanku kini menjauhiku. baru kusadari ternyata mereka hanya memandang semuanya dari segi fisik saja tak pernah memandang yang lain."
kataku sambil terisak menyaksikan kehidupanku saat ini.
6 tahun yang lalu
aku sisi , seorang perempuan yang dibesarkan di keluarga yang sangat sederhana. ayahku guru sedangkan ibu seorang penjahit. aku anak satu-satunya dari ayah dan ibu. mereka sangat menyayangiku. bahkan mereka rela mengabulkan setiap keinginanku. sesulit apapun itu.
sampai suatu ketika aku ingin melanjutkan kuliahku di jakarta , ayah dan ibu pertama tak setuju dengan keputusanku itu . tapi karna aku tetap menginginkannya, akhirnya mereka menyetujuinya . setelah keinginanku itu diperbolehkan aku ikuti tes di salah satu universitas negri disana. sebulan kemudian aku dinyatakan lulus. lalu aku pindah ke jakarta, ayah dan ibu yang mengantar dan mencari tempat tinggal disana .
"nak, jaga dirimu baik-baik ya . ingat pesan ibu, ini kota orang kau harus pandai-pandai bergaul."
"kau ingat pesan ibumu itu, janganlah kau nakal di kota orang, kau anak ayah dan ibu satu-satunya . kami tak ingin terjadi apa-apa denganmu. jika kau libur, sempatkan pulang melihat ayah dan ibumu ini."
"iya ayah, iya ibu, sisi akan ingat pesan ayah dan ibu . nanti setelah libur sisi akan pulang kekampung halaman kita . tak enak juga lama-lama di kota orang . apalagi tak bisa merasakan masakan ibu lagi setiap hari."
"hahahaha." serempak kami tertawa.
3,5 tahun aku menjalani kuliah disana berjalan dengan lancar, aku lulus dengan IP 3,9 . Alhamdulillah aku peringkat ke 2 sefakultasku . ku lihat ayah dan ibu tersenyum melihat aku dipanggil untuk naik ke atas panggung. ku lihat ibu menjatuhkan air matanya untukku ya untukku .
"ayah bangga sama mu nak."
"ibu juga bangga."
"terimakasih ayah ibu, ini semua berkat doa dari kalian semua . hmm ayah ibu kenalkan ini reyhan orang yang selalu menemaniku selama ini. ini saatnya aku memperkenalkannya pada kalian."kataku.
reyhan menyalami kedua orang tuaku bergantian . ayah dan ibu hanya bingung saja. mungkin karna sebelumnya aku tak pernah cerita kepada mereka. reyhan adalah pacarku kami bertemu ketika aku magang di perusahaan tempatnya bekerja. dia 3 tahun diatas aku umurnya. dia baik , waktu aku magang disana ia selalu mengajari aku bagaimana kerja disana . semenjak saat itu aku mulai dekat dengannya dan rasanya aku sangat nyaman berada di dekatnya . padahal sebelumya aku tidak ingin pacaran dulu aku ingin menyelesaikan kuliahku dulu . tapi aku memang tak bisa menahannya, aku takut ia diambil orang hahaha.
seminggu setelah wisuda itu aku pulang kekampung halaman bersama ayah dan ibu . aku senang bisa kembali pulang . bisa merasakan sejuknya udara di kampung. bisa kembali merasakan masakan ibu lagi tapi setelah sebulan aku berada disana aku ingin kembali ke jakarta . aku ingin kerja disana, aku ingin bertemu reyhan. reyhan mau membantu aku mencarikan tempat kerja. tapi apakah ayah dan ibu mengizinkan aku buat meninggalkan mereka lagi. aku takut untuk mengutarakan keinginanku ini.
"ayah ibu sisi mau bicara sesuatu yang sangat penting." kataku mengawali pembicaraan.
"katakan saja apa maumu nak." kata ayah datar.
"ayah ibu sisi ingin kerja dijakarta, sisi ingin kerja disana. ingin cari pengalaman disana. boleh ya yah bu ."kataku memohon.
"tentu saja boleh nak, ayah tau kau rindu kan ingin bertemu dengan dia, siapa namanya?orang yang waktu itu kau kenalkan dengan ayah dan ibu."
"reyhan yah, jadi sisi boleh kejakarta? rencananya seminggu lagi sisi akan berangkat kesana."
"ayah izinkan nak, ingat pesan ayah jaga dirimu baik-baik disana."
"tapi ibu tidak mau sisi pergi lagi yah."kata ibu menyambung pembicaraan ayah tadi.
"sudahlah bu, sisi sudah besar dia sudah bisa menentukan pilihannya sendiri. jangan ibu kekang terus . lagian ayah sudah percaya sama sisi dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri."
"ya sudahlah, tapi jangan kau lupakan ibu dan ayah mu disini ya nak. pulang jika kau ada waktu."
"sip." kupeluk orangtua ku yang kusayang itu, tak tega sebenarnya meninggalkan tapi bagaimanapun aku harus melakukan ini.
keberangkatan aku waktu itu , ayah dan ibu hanya menemani sampai stasiun saja. tak seperti dulu lagi mereka selalu menemani sampai jakarta. tak tega melihat mereka mengantarku sampai jakarta. sesampainya di jakarta reyhan telah menungguku . ternyata dia telah menyiapkan kontrakan untukku. dia memang pria yang baik .
"kamu pasti lelah kan, tidurlah setelah aku pergi nanti. jika kamu ingin sesuatu hubungi saja aku. ok sayang." katanya mengawali pembicaraan.
"iyaa, kamu langsung pulang ya. jangan keluyuran ."
"iya."katanya sambil memencet hidungku.
2 bulan aku dijakarta, aku sudah bekerja di salah satu perusahaan ternama dijakarta. reyhan selalu menjemput dan mengantarku. aku merasa seperti ratu dibuatnya hahaha.
sampai suatu saat dia tak bisa menjemputku, terpaksa aku harus naik angkot di malam hari itu,. tapi nasi sudah menjadi bubur , malam itu naas sekali. ketika aku ingin menyebrang ada motor yang menabrakku. aku langsung tak sadarkan diri. ketika aku terjaga aku sudah berada di rumah sakit.
aku melihat reyhan, tapi ketika aku bangun ia meninggalkanku. kucoba untuk memanggil namanya tapi suaraku tak kunjung keluar. kaki ku pun tak bisa digerakkan. kulihat ada seseorang yang ingin masuk kedalam, aku berharap kalau itu reyhan tapi ternyata itu suster. ku tanya padanya apakah ia melihat reyhan tapi ia bilang kalau reyhan sudah pulang ia bilang reyhan sudah membayarka administrasinya.
"oh ya sus, kaki saya kenapa tidak bisa digerakkan ya?" tanyaku lagi padanya.
"yang sabar ya mbak, mbak mengalami kelumpuhan di kaki."
"apa? saya lumpuh. tidak mungkin ini pasti tidak mungkin . ini tidak mungkin terjadi."aku terisak tak percaya.aku suruh suster itu mengambilkan hp didalam tas dan menyuruhnya menelfon ayah. aku bingung kenapa disaat seperti ini kenapa reyhan tak menemaniku.
keesokan paginya aku lihat ayah dan ibu sudah berada diruangan tempat ku dirawat bersama dokter. ternyata dokter memberitahukan bagaimana kondisiku saat ini.
"nak, kamu apa kabar?"tanya ibu setelah dokter meninggalkan kami bertiga.
"aku baik-baik saja, hanya kaki ini saja yang tidak bisa digerakkan. ayah ibu sisi mau pulang." kataku.
"pulang kemana nak?"tanya ayah.
"pulang kekampung."ayah dan ibu bingung tapi menuruti permintaanku itu.
hari itu juga aku diperbolehkan pulang oleh dokter, aku mengajak ayah dan ibu kekontrakanku . lalu menyuruh ayah dan ibu membereskan semua barang-barangku. aku ingin secepatnya pulang aku tak ingin belama-lama disini.
"apa kau tidak pamit dulu dengan reyhan?" tanya ayah padaku.
"tidak perlu yah, reyhan terlalu sibuk untuk diganggu. kasihan kalau ia diganggu."
"terserahmu sajalah nak."
setelah sesampainya disana aku mendapatkan sms dari reyhan.
"kenapa tidak mengabariku kalau mau pulang? sepertinya kita tidak bisa bersama lagi . orang tuaku tidak mengizinkan kita untuk bersama.
setelah berakhirnya hubunganku dengannya, semua berubah. aku tak percaya ini bisa terjadi padaku. semua orang menjauhiku. kenapa mereka hanya melihat fisik ku saja. aku tak menyangka sungguh tak menyangka.
berhari-hari aku mengurung diri dikamar, tak ingin sedikit pun keluar rumah. aku selalu termenung menyaksikan kehidupanku saat ini.. kucoba untuk bangkit tapi lagi-lagi aku menepisnya. sampai suatu ketika ..
"si, bisa keluar sebentar nak. ibu mau minta tolong."sapa ibuku dari luar sana.
sebenarnya aku tak ingin menjawabnya, tapi ntah mengapa tubuh ini ingin melangkah ke luar.
"iyaa bu, tunggu sebentar."kataku sambil membuka pintu kamarku.
"si, bisa kamu jaga rumah dulu. nanti ada ibu nana yang mau ngambil baju jahitannya. bajunya sudah ibu bungkusin ibu letak dimeja. soalnya ibu ingin mengantar jahitannya ibu ningsih . dia bilang dia nggak bisa kesini. ibu bisa kan minta tolong sama kamu nak ?" kata ibu menjelaskan panjang lebar.
"iyaa bu, sisi mau kok jagain rumah. sisi juga udah bosan di kamar terus. saatnya sisi buka lembaran baru."kataku mejelaskan.
"ibu yakin nak, kamu bisa melalui ini semua. ibu percaya kamu itu wanita yang kuat. sudah dulu ya ibu mau pergi takut kesiangan. Assallammualaikum."kata ibu mengakhiri pembicaraannya.
"walaikumsalam."kataku menjawab salam ibu.
dari dulu aku memang ingin mengenakan jilbab, aku ingin mendekatkan diri kepada Allah. hmm apa salahnya aku mencobanya sekarang. aku ingi membuka lembaran baru sekalian ingin penampilan baru. ku acak-acak lemari pakaianku, ku lihat ada rok panjang dan baju panjang disana. kupakai baju dan rok itu. aku masih mikir selama ini aku tidak pernah pakai jilbab, mana punya aku jilbab. hmm aku lihat ada jilbab yang tergantung di pintu belakang kamarku. aku ingat itu jilbab ibu yang kupinjam waktu lebaran tahun kemaren tapi tak sempat kupake. dan aku ingin memakainya sekarang.
"assallammualaikum."kata seseorang di depan pintu ketika aku memakai jilbab.
cepat-cepat aku memakai jilbabnya, "walaikumsalam."terlihat seorang pria tampan.
"permisi, saya ingin mengambil baju jahitan ibu nana. saya anaknya, ."katanya two the point.
"iya, tunggu sebentar saya ambilkan."kataku sambil mengambil baju itu diatas meja yang dikasih tau ibu tadi.
"ini bajunya."kataku memberikan bajunya.
"terimakasih, hmm kenalkan saya angga."katanya memperkenalkan dirinya.
Aku terpaku melihat senyum itu.
"Heyy, are you okay ?". Tanyanya.
"Eh, maaf-maaf. Kenalkan nama saya sisi, anaknya dari ibu penjahit dirumah ini". Kataku.
"Hmm , tapi kok nggak pernah kelihatan ya?" tanyanya lagi .
Aku pun menceritakan masalalu ku .
Dari pertemuan yg singkat itu kami berdua sering ketemu dan kami berdua menjadi seorang teman. Ya sekedar teman ☺. Sampai akhirnya, tumbuhlah benih2 cinta di dalam diriku. Ntah darimana semua itu bermula. Tak mungkin aku memperlihatkan rasa itu padanya. Dia sudah ada yg punya, tak mungkin aku mengambil apa yg telah menjadi milik orang lain.
Aku berusaha untuk diam, diam kalau aku menaruh hati padanya. Sampai suatu ketika.
Suatu hari dia datang kerumahku memberikan sebuah hadiah yg dibungkusi sebuah kotak bewarna ungu lengkap dengan pitanya. Ntah angin apa yg membawanya kerumah dan memberikan hadiah itu.
"Apa ini?" tanyaku.
"Buka saja, nanti pasti kamu suka." jawabnya.
Langsung saja kubuka kotak itu, dan ternyata isinya sebuah longdrees ungu beserta jilbabnya. Dia memang tau warna kesukaanku. Tapi ntah kenapa hatu berasa deg deg an berasa ingin copot dari tempatnya.
"Why?"
"Why not?" jawabnya sambil tertawa.
"Hmm, makasih buat hadiahnya." ucapku sambil tersenyum malu-malu.
"Aku ingin mengajak mu makan malam bersama keluargaku, pakailah baju ini. Aku ingin melihatmu cantik malam ini. Nanti malam akan aku jemput. Bye." katanya sambil berlalu meninggalkanku yg masih bingung dengan apa yg diucapkannya barusan.
Tibalah malam ini datang, aku masih saja terpaku melihat keluarga ini. Aku tak percaya bisa berada ditengah-tengah mereka.
"Si kenapa diam?" Angga bertanya kepadaku.
"Hah, tidak tidak kenapa2 kok."jawabku tergagap.
"Sisi, angga sudah banyak cerita tentang kamu. Tante baru pertama liat kamu aja udah kagum apalagi angga yg udah liat berkali-kali. Kata angga kamu udah gak kerja lagi yaa?" tanya mama angga kepadaku.
"Iya tante, siapa yg mau menerima wanita cacat seperti saya ini kerja."sambil tertawa datar.
"Siapa bilang? Kami bertiga sudah memutuskan buat kamu mengelola bisnis rumah makan keluarga ini yg didaerah kita saja. Angga mengurus didaerah yg lainnya. Tante sama om udah capek, udah tua jadi gak bisa mengurusnya lagi." jelas om panjang lebar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar