terdengar rintik hujan berjatuhan lembut diatas atap kamar rumahku . hmm, kubuka perlahan-lahan mata yang memang dari kemaren berusaha untuk ku tutup, tapi tetap tidak bisa tertutup . mungkin belum sampai sejam aku merasa terlelap, kini ku telah bangun mendengar rintikan hujan itu . yaa, aku memang baru saja ingin mengistirahatkan tubuhku karna tenaga ku yang sudah dikuras seminggu ini .
hmm, minggu ini aku sibuk dengan UAS . aku sengaja begadang untuk belajar mati-matian agar nilai IP ku tinggi nantinya . aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku dengan jurusan yang aku pilih ini .
kulangkahkan kaki menuju ruang makan, dari tadi malam belum ada makanan yg masuk kedalam perut ini . kukitari sekeliling rumah hanya untuk sekedar menyapa penghuni rumah yang seminggu ini sudah aku cueki hahahha . tapi tidak ada siapa-siapa .
"penghuni dirumah ini mana mbok ?" kataku memulai pembicaraan, yang mungkin membuat mbok terkejut .
"eh non, sudah bangun ya ?" katanya balik bertanya .
"iya mbok, dari kemaren sampai sekarang nggak bisa tidur, efek dari begadang kali ya ." curhatku .
"mungkin non, si non sih hobynya sekarang begadang mah . non mau makan ? biar mbok siapkan ?" tanyanya .
"iya mbok, lapar ni . oh ya mbok pertanyaan tadi belum dijawab . penghuni rumah mana ?" tanyaku.
"pergi kebandung non, nenek non meninggal . baru 3 hari yang lalu tuan, nyonya sama non ara pergi ke bandung melihat nenek non yang dirawat dirumah sakit karna sakit non . tapi ternyata kemaren nenek non dipanggil sama yang diatas . tadi pagi baru dikuburkan . tuan , nyonya sama non ara kemungkinan sore nanti baru sampai non." ceritanya .
"iya ma,nggak papa . aku yang salah aku yang nggak peka dengan situasi belakangan ini." kupeluk mama sangat erat . papa dan ara berpelukan juga . keheningan yang hanya bisa menjawab suara hati masing-masing .
"eh, non . tumben bangun pagi begini ?" tanyanya curiga .
"uu mbok, nggak boleh ya aku bangun pagi ?" rajukku .
"bukan gitu non, kan biasanya mbok nggak pernah liat non bangun sepagi ini." jelasnya.
"iyadah, lagi masak apa mbok?" alihku .
"ini non lagi masak nasi goreng sama mihun goreng kesukaannya non." jawabnya .
"aku bantu ya mbok , jangan protes."sambil mengambil pisau yang dipegang mbok untuk mengiris bawang . mbok kebingungan melihat tingkah lakuku itu .
"ewiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik." kejutnya . ya, hanya cewek ini yang memanggilku dengan sebutan ewik sama seperti orang dirumah . temanku yang lain biasanya memanggil namaku dewi termasuk hendra.
"aduhhhhhhhhhhh apasih ? elo lagi elo lagi bosen gue ." kataku , siapa lagi cewek yang satu ini kalau bukan temanku fitri yang suara cemprengnya melebihi kapasitas hahahaha. selain cempreng dia juga lumayan cerewet sih tapi jangan salah, hatinya baik kok .
"ihh, gitu aja marah." katanya
"hmm, hanya sedikit kesal saja ." jawabku simple .
"apa kabar lo ? kemaren-kemaren mukanya stres amat waktu UTS sekarang bahagia banget sepertinya ". guraunya.
"baik, nenek gue meninggal 2 hari yang lalu."
"oow sorry, nggak tau . turut berduka cita ya ."
"iya, udah ah jangan bahas masalah itu lagi . nenek paling nggak suka liat orang cengeng hehe . oh ya ngeliat pacar gue kagak lo ?"
"nggak ah, gue mau ke ruang dosen ni, di panggil buk nana . ntar kita ketemu lagi ya, daaaaaa." elaknya, iya tidak ingin melihat cowok bajingan yang akan menyakiti hati temannya itu .
"kurang asem lu."
"hmm hmm." sautku .
"eh dewi sayang, apa kabar?" tanyanya seperti tak bersalah saja .
"sayang-sayang kepalamu peyang, ngapain kalian berduaan disini ?" tanyaku balik.
"mojok, makanya punya cowok jangan ditinggal jadi kaburkan cowoknya . kami baru aja jadian tadi , untungnya sebelum kamu datang . katanya hendra mau mutusin kamu tuh." jawab si cewek gatel itu .
"nggak perlu, biar aku yang mutusin kamu . kamu memang cowok brengsek . kamu pantas mendapatkan hadiah terakhir yang sangat spesial dari aku .rasakan ini............." tangan kananku mendarat di wajah mulusnya.
sesampainya aku dirumah aku langsung berjalan kekamar, tidak ingin aku menyapa mama yang sedang menyiram bunga . mama sempat memanggil tetapi tak kuhiraukan . kututup dengan keras pintu kamar, ku lempar tasku keatas kasur . dan aku pun menyusul kekasur untuk mengistirahatkan tubuh sejenak . sekarang kalau punya masalah aku lebih cenderung memilih untuk tidur daripada harus memikirkan masalah itu . ya walaupun masalah itu tidak bisa dilupakan sepenuhnya, tetapi aku sedikit lebih tenang dengan tidur tersebut . kututup mataku dan lama kelamaan aku sudah berada dibawah alam sadarku .
"ewikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk, bangun dong molor aja lo dari tadi." teriak fitri . ternyata dia sudah dari tadi berada dikamarku . dia ingin tau kondisi dewi apakah baik-baik saja atau tidak . iya mengetahui kejadian dewi bertengkar dengan hendra dari temannya . tadi setelah selesai urusannya dengan ibu nana dia langsung kerumah dewi . eh dianya malah molor .
"hmmm..." jawabku ogah-ogahan sambil menenggelamkan kepalaku. fitri mengambil guling yang sedari tadi kupeluk .
"apasih fit ? ganggu aja deh ya ." jawabku kesal, sambil dengan enggan mendudukkan tubuhku .
"hmm, aku tau kamu sedang patah hati dan aku tau......"
"stop-stop udah deh jangan bahas masalah itu lagi, nggak penting!"memotong kata-kata yang diucapkan fitri tadi . aku sedang tidak ingin membahas masalah tentang cowok brengsek itu sekarang .
"okedeh, aku tau kamu wanita yang sangat tegar dan kuat." kata fitri sambil memelukku sangat erat . memang dia yang paling mengerti aku untuk saat ini .
setelah 3 minggu kemudian .
hmm, cukup sudah aku menghabiskan liburanku dibali . dibali aku tinggal dirumah tante irma . cukup senang aku dengan liburan yang 3 minggu itu . mungkin aku sudah lupa dengan masalah yang aku punya . kini aku telah kembali kerumah yang sudah menungguku . ntah kenapa aku pengen jalan-jalan ke taman komplek rumah, rasanya pengen merasakan udara segar sore ini, yang selama 3 minggu ini tidak aku hirup . walaupun aku masih capek karna baru sampai . tapi ntah kenapa kaki ini terus melangkah ke taman komplek .
sesampainya di taman komplek .
"ups, sorry." katanya ketika tau-tau menubrukku .
"uu, apasih ? liat-liat dong , nggak tau apa ada cewek cantik disini." gerutuku .
"maaf-maaf, aku nggak sengaja."katanya, aku menoleh lalu memperhatikan wajahnya yang mungkin pernah aku lihat sebelumnya .
"kayak pernah liat, siapa ya ?" tanyaku.
"aku rian, aku kuliah di UGM jugak ambil jurusan kedokteran . ingat nggak waktu itu aku ngembaliin kunci mobil kamu yang terjatuh ditaman dekat fakultas farmasi?" tanyanya balik .
"ooh, iya iya aku ingat . oh jadi kamu ya, makasih ya buat waktu itu . maaf kemaren aku cetus banget sama kamu." jawabku, sambil berjalan menuju kursi yang ada disana .
"apa kabar wi?" tanyanya, sambil mengikuti dewi kearah kursi yang sebentar lagi akan mereka duduki itu.
"baik, kok kamu tau nama aku sih?" tanyaku balik .
"hmm, waktu itu waktu ospek . yang waktu jatuh itu ." jawabnya gugup, tak mungkin iya memberitahukan kepada dewi bahwa iya suka padanya dan sudah sejak lama iya mengincar dewi . jangankan nama, semua yang berhubungan dengan dewi ,dia pasti sudah tau .
"ooh."aku tersipu malu, ya saat ospek aku pernah terjatuh karna tersandung batu waktu itu . aku sangat malu pada saat itu . semua orang yang ada disana tertawa melihatku . hanya 1 orang yang peduli denganku yaitu hendra . ya dia adalah pahlawanku pada saat itu tapi untuk sekarang dia adalah bajingan bagiku .
ntah kenapa, aku jadi bercerita-cerita padanya, aku ceritakan bermacam-macam cerita padanya . termasuk cerita tentang kalau aku sudah putus dengan hendra . ntah kenapa aku percaya sekali kepadanya . padahal aku tidak pernah ingin menceritakan tentang hidupku termasuk masalah pribadiku kepada orang yang baru aku kenal . tapi menurutku dia enak diajak cerita . nyambung , nggak kayak hendra yang kadang-kadang lola . ups kenapa mengingat dia lagi sih . pergi deh jauh-jauh sana . hmm semenjak pertemuan ditaman kompleks itu aku jadi sering jalan dan ngobrol bareng sama dia . untuk saat ini aku sangat nyaman dengannya . dia sangat baik dan perhatian kepadaku . tapi untuk saat ini aku tidak sedang ingin menjadikannya lebih dari sekedar teman . tapi fitri bilang aku sangat cocok dengannya, fitri bilang aku nggak boleh terus-terus menutup hatiku untuk cinta yang baru . ya, tapi aku memang belum bisa sampai saat ini membuka hatiku untuk orang lain yang ingin mengisi hatiku ini . aku hanya menganggapnya sebagai teman .
sampai suatu saat....
"wik wik,liat tu." kata fitri menggangguku ketika belajar ditaman pada saat itu.
"apaan?" tanyaku .
"itu liat dulu deh." memaksaku untuk melihat apa yang telah dilihatnya terlebih dahulu .
kulihat tulisan yang ada di rerumputan yang tadi ketika aku datang belum ada . ntah kapan dan bagaimana tiba-tiba ada disana . tulisannya di desain dengan sangat apik menggunakan bunga mawar merah "I ♥ YOU, MAUKAH KAU MENJADI PACARKU DEWI?" itu tulisannya , aku sangat terkejut dengan apa yang terjadi . tiba-tiba datang sosok yang sangat aku kenal yang selalu menemani hari-hariku saat ini . dia mengulurkan seikat mawar merah yang sangat cantik sekali . dia memang sangat tau sekali apa yang aku suka dan tidak suka . ntah bagaimana dia bisa mengetahui itu semua . aku juga bingung .
"hei, apa pendapatmu tentang ini semua?" tanyanya .
"bingung."jawabku.
"bagaimana ? maukah kau menjadi pacarku ? aku janji akan membahagiakanmu dan tidak akan melukai hatimu."tanyanya lagi .
"maaf yan aku nggak bisa, aku hanya menganggapmu sebagai teman."spontan kata-kata itu keluar dari mulutku dan mungkin membuatnya sakit hati mendengarnya .
aku segera berlari, mengambil tas dan bukuku . aku ingin segera meninggalkan tempat yang sudah sejak tadi rame didatangi oleh para mahasiswa yang ntah darimana datangnya . mungkin hanya sekedar ingin melihat tontonan gratis yang saat ini sedang berlangsung . banyak sekali mereka-mereka yang kepo disini fikirku . kutinggalkan tempat itu, buru-buru aku berjalan menuju parkiran . tiba-tiba fitri memanggilku, aku tidak menghiraukannya .
"wik tunggu." cegatnya .
"hmm."jawabku santai .
"kamu apa-apaan sih ? kamu tau nggak kamu udah nyakiti perasaannya rian . dia sangat baik padamu , kenapa kamu nggak mau membuka hati kamu buat dia ? aku tau kamu juga suka kan sama rian . mata kamu itu nggak bisa bohong. aku nggak ngerti dengan sikap kamu . aku benci sama kamu . kamu bukan dewi yang kukenal dulu, kamu sudah berubah. berubah dengan egomu itu." jelasnya panjang lebar lalu pergi meninggalkanku .aku hanya bisa terdiam melihat apa yang dikatakan fitri . sudahlah, aku pulang saja .
sudah 2minggu ini aku tak bertemu dengan rian jujur ku akui aku sangat merindukannya . fitri pun sama semenjak kejadian itu dia tidak mau lagi mendekatiku , sekedar menyapaku saja tidak . aku yang mendekatinya malah dia yang menjauh . apa yang harus aku lakukan ? fitri memang benar aku terlalu menutup hatiku untuk orang lain . dan benar aku merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan rian kepadaku, aku juga mencintainya . apa harus aku mengakui perasaanku ini kepada rian . hmm kulangkahkan kaki ini ke fakultas kedokteran hanya untuk mencari sosok pria yang telah kutolak cintanya . kutanya pada teman-temannya kesana kemari, tapi mereka bilang mereka tidak tau . kucoba menajamkan pandanganku untuk mencari rian . setelah beberapa lama aku mencarinya kulihat dia di salah satu pohon rindang yang tumbuh di fakultas kedokteran itu . dia sedang duduk sendirian disana, sepertinya iya sedang membaca buku . biasalah anak kedokteran sok rajin eh maap memang rajin maksudnya hahahaha . kumantapkan langkahku untuk menuju kesana, mumpung dia lagi sendirian fikirku .
"hei." sapaku, mengawali pembicaraan .
"hei juga, ada apa?" tanyanya .
"nggak, nggak ada . lagi pengen liat kamu aja . aku kangen tauk ." jawabku .
"ooh." jawabnya datar, kurasa dia masih sakit hati padaku .
"kamu marah ya sama aku ? aku mau minta maaf sama kamu . aku salah , nggak seharusnya aku menutup hatiku untuk orang yang ingin mengisi hatiku. aku boleh minta satu permintaan nggak ?" tanyaku padanya .
"permintaan apa ?"tanyanya balik.
"kamu mau nggak mengulang untuk memintaku menjadi pacarmu pada waktu itu?" pintaku.
"hah, untuk apa ? kamu jangan memberi harapan lagi untukku. aku sudah tidak ingin membicarakannya ."katanya dengan emosi.
"bukan itu maksudku, aku tidak ingin lagi menutup hatiku . aku jujur aku merasakan hal yang sama denganmu . aku mencintaimu dan aku menyayangimu . sungguh, aku tidak bohong. bahkan aku sangat kehilanganmu ketika kau tak pernah lagi mendatangiku atau hanya sekedar untuk menghubungiku." ucapku, jatuh air mataku tiba-tiba . rasanya tidak tahan aku menahannya lagi .
"benarkah kau mencintaiku ? sungguh sejak pertama aku melihatmu dan sampai sekarangpun aku masih merasakan hal yang sama yaitu mencintaimu . aku sempat kecewa saat kamu menolakku . tapi sudahlah, sekarang pasti kau mau menerimaku . aku berjanji akan membahagiakanmu. maukah kau menerimaku untuk hatimu ?" katanya sambil menghapus air mataku .
tak bisa aku jawab dengan kata-kata aku hanya mengangguk . tanpa sepengetahuanku ternyata fitri mendengar semunya . dia datang memelukku dan mengucapkan selamat kepadaku dan rian .
"semoga langgeng." bisik fitri padaku . yang membuatku tersenyum dan merasa bahagia karna dia sudah tidak marah lagi padaku .
semenjak saat itu semuanya berubah menjadi lebih indah . kini aku punya lembaran baru . lembaran yang akan aku buka untuk kehidupan baruku . kubuang jauh-jauh lembaran yang ada dulu dan tak igin membuknya lagi .
cinta itu memang aneh , tiba-tiba datang saat yang tidak kita inginkan . ya cinta itu datang padaku, saat aku tidak menginginkannya . aku tau cinta itu harus disyukuri . jika kamu pernah merasa kehilangan cinta pada saat kamu merasakan cinta itu tidak akan hilang lagi . maka percayalah, dan yakinlah kalian bisa melupakan masa-masa itu . jangan berlarut-larut dalam kesedihan, banyak orang diluar sana yang lebih pantas untuk mencintaimu dan kau cintai . mereka yang mencintaimi sangat tulus . mereka menginginkanmu bahagia, mereka tidak ingin melihatmu bersedih . bangkitlah dari masa lalu surammu itu . sambut hari esok dengan keceriaan dan senyum tulusmu .
"pergi kebandung non, nenek non meninggal . baru 3 hari yang lalu tuan, nyonya sama non ara pergi ke bandung melihat nenek non yang dirawat dirumah sakit karna sakit non . tapi ternyata kemaren nenek non dipanggil sama yang diatas . tadi pagi baru dikuburkan . tuan , nyonya sama non ara kemungkinan sore nanti baru sampai non." ceritanya .
aku mencoba mencerna kata-kata yang diceritakan oleh mbok nah . terasa sesak dada ini, ntah apa yang kurasakan saat ini . panas rasanya mata ini, sebelum mbok nah melihatku menangis aku segera berlari kekamar . sempat aku mendengar mbok nah memanggilku, tapi tak ku hiraukan . kukunci pintu agar tak ada yg bisa membuka pintu kamarku .
akhirnya air mata itu tidak tertahankan lagi untuk keluar, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi . bisa-bisanya aku tidak mengetahui kalau nenek yang sangat aku sayangi sakit malah sekarang harus meninggal . kenapa tidak ada yang memberitahuku ? apa mungkin karna aku yang terlalu sibuk sekali belakangan ini . sampai-sampai kejadian seperti ini aku tidak tahu huhuhuhuhuhu
ingatanku kembali ke usiaku yang dulu masih berumur 5 tahun . dulu nenek sangat menyayangiku, dia tidak pernah meninggalkanku . tapi sekarang dia telah meninggalkanku untuk selama-lamanya . mendengar kabar itu dari mbok nah, hilang rasa lapar ini jadinya. hujan mewakili perasaanku saat ini . lama kelamaan aku telah berada di bawah alam sadarku . aku tertidur , aku bermimpi nenek yang dulu selalu menggendongku .
terdengar suara ketukan yang akhinya membangunkanku dari tidur ini . kubuka mata ini perlahan dan berjalan kearah suara ketukan itu . pintu kubuka, kulihat penghuni rumah itu sudah pulang .
"maafkan mama wik,mama nggak ngasih tau kalau nenek sakit dan akhirnya meninggal." ucap mama mengawali pembicaraan ."iya ma,nggak papa . aku yang salah aku yang nggak peka dengan situasi belakangan ini." kupeluk mama sangat erat . papa dan ara berpelukan juga . keheningan yang hanya bisa menjawab suara hati masing-masing .
aku yakin nenek pasti tidak suka melihat kami menangis, kurenggangkan pelukan mama lalu memnghapus air mata yang ada dipelupuk matanya .
"sudaah jangan menangis, nenek tidak suka orang yang cengeng . aku lapar ma ." candaku . merebak tawa seketika dirumah itu melihat perutku yang berbunyi .
azan subuh membangunkanku dari tidur panjangku, membuatku terjaga untuk melaksanakan perintah agama . sudah lama sekali rasanya aku tidak terbangun sepagi ini . beranjak aku kekamar mandi untuk mengambil wudu' lalu bersegera untuk melakukan kewajibanku . terasa tenang dan damai ketika aku selesai mengerjakannya . hilang semua perasaan yang sangat campur aduk akhir-akhir ini . pergi ku keluar kamar kulihat mbok nah yang sedang di dapur menyiapkan sarapan . ntah kenapa rasanya kaki ini berjalan menuju dapur .
"hai mbok ?" sapaku dengan senyum manisku yang membuat orang kesem sem ."eh, non . tumben bangun pagi begini ?" tanyanya curiga .
"uu mbok, nggak boleh ya aku bangun pagi ?" rajukku .
"bukan gitu non, kan biasanya mbok nggak pernah liat non bangun sepagi ini." jelasnya.
"iyadah, lagi masak apa mbok?" alihku .
"ini non lagi masak nasi goreng sama mihun goreng kesukaannya non." jawabnya .
"aku bantu ya mbok , jangan protes."sambil mengambil pisau yang dipegang mbok untuk mengiris bawang . mbok kebingungan melihat tingkah lakuku itu .
hmm, setelah aku membantu menyiapkan sarapan aku bergegas mandi lalu siap-siap berangkat kekampus . ya walaupun habis UAS , aku tetap ingin melihat keadaan kampus sekalian ngurus administrasi . sebelum berangkat aku sarapan dulu . penghuni rumah itu bingung ketika aku sampai di meja makan . ntah apa yang membuat mereka bingung, mungkin mbok nah cerita kepada mereka semua, aku hanya bisa tersenyum . setelah siap makan aku pamit lalu bergegas pergi dengan jazz merah yang dibelikan papa waktu aku masuk kuliah kemaren .
jujur selain ingin mengurus administrasi aku juga ingin melihat pangeranku yaitu hendra, pacar tersayangku hahaha . apa kabar dia ya ? sebenarnya sudah seminggu ini aku menyueki dia , dia ngajak ketemu aku nggak mau, dia telfon nggak diangkat dan dia sms pun nggak dibalas . tapi seingatku kemaren dia tidak ada telfon dan sms . apa jangan-jangan dia marah ya ? hmm jangan sampai dah . kuparkirkan mobilku diparkiran khusus mobil di fakultas farmasi UGM itu . ya aku mengambil jurusan itu sebab aku suka dengan pelajaran kimia . walaupun papa lebih suka melihatku masuk jurusan kedokteran . sempat kami berantam ketika memilih jurusan yang harus aku masuki . akhirnya kami sepakat untuk memutuskan aku mengambil jurusan farmasi dengan jaminan IP ku harus tinggi . makanya aku kemaren mati-matian untuk belajar haha
"aduhhhhhhhhhhh apasih ? elo lagi elo lagi bosen gue ." kataku , siapa lagi cewek yang satu ini kalau bukan temanku fitri yang suara cemprengnya melebihi kapasitas hahahaha. selain cempreng dia juga lumayan cerewet sih tapi jangan salah, hatinya baik kok .
"ihh, gitu aja marah." katanya
"hmm, hanya sedikit kesal saja ." jawabku simple .
"apa kabar lo ? kemaren-kemaren mukanya stres amat waktu UTS sekarang bahagia banget sepertinya ". guraunya.
"baik, nenek gue meninggal 2 hari yang lalu."
"oow sorry, nggak tau . turut berduka cita ya ."
"iya, udah ah jangan bahas masalah itu lagi . nenek paling nggak suka liat orang cengeng hehe . oh ya ngeliat pacar gue kagak lo ?"
"hmm, nggak." ada sesuatu yang dirahasiakan oleh fitri dari teman baiknya itu . dia tidak ingin melihat temannya patah hati lagi setelah kejadian neneknya meninggal . sebenarnya ia ingin sekali memberitahukan tentang siapa cowoknya itu hari ini kepada dewi tapi sepertinya ini bukan waktu yang pas .
"oii, melamun aje . temenin gue nyari dia ya . kangen tauk." pintaku kepada fitri ."nggak ah, gue mau ke ruang dosen ni, di panggil buk nana . ntar kita ketemu lagi ya, daaaaaa." elaknya, iya tidak ingin melihat cowok bajingan yang akan menyakiti hati temannya itu .
"kurang asem lu."
hmm,yasudah aku sendiri aja yang nyari hendra ucapku didalam hati . kukelilingi fakultasnya,dia mengambil jurusan kedokteran hewan disana . ntah mengapa dia mengambil jurusan itu . ahhhh sudah kenapa dipikirin, yang terpenting sekarang aku harus menemukan dia dulu lalu meminta maaf kepadanya karna tidak mengubunginya beberapa hari ini . hmm kulihat sosok orang yang kukenal bersama wanita lain duduk berduaan dibawah pohon rindang itu . ntah apa yang membuat aku melangkahkan kaki ku kesana . ya benar itu adalah orang yang aku cari sejak tadi . apa? dia bersama wanita yang pernah menjadi kekasihnya dulu . sedang apa mereka berdua sambil berpegangan tangan segala lagi .
"eh dewi sayang, apa kabar?" tanyanya seperti tak bersalah saja .
"sayang-sayang kepalamu peyang, ngapain kalian berduaan disini ?" tanyaku balik.
"mojok, makanya punya cowok jangan ditinggal jadi kaburkan cowoknya . kami baru aja jadian tadi , untungnya sebelum kamu datang . katanya hendra mau mutusin kamu tuh." jawab si cewek gatel itu .
"nggak perlu, biar aku yang mutusin kamu . kamu memang cowok brengsek . kamu pantas mendapatkan hadiah terakhir yang sangat spesial dari aku .rasakan ini............." tangan kananku mendarat di wajah mulusnya.
bergegas aku pergi dari tempat itu, ntah apa yang dikatakan si cewek gatal itu ketika aku pergi . sesak rasanya hati ini, mengetahui apa yang terjadi, tak dapat aku membendung lebih lama lagi air mata ini . kucari tempat sepi untuk menenangkanku . dibelakang kampusku ada taman kecil yang pasti tidak ada orang disana . kulangkahkan kakiku kesana, kududukkan diriku disalah satu kursi . untungnya tidak ada orang disana . kukeluarkan semua air mataku , biarlah iya mengalir seperti air yang mengalir . sungguh baru saja aku kehilangan orang yang kusayang dan sekarang aku kehilangan orang yang selalu aku rindukan setiap malamnya dan dia menghianatiku . Tuhan apa salahku ? kenapa semua ini terjadi kepadaku ? kenapa bukan orang lain saja yang mengalaminya ? akuuuuuuuu tidak sanggup Tuhan . kucoba cerna apa yang aku katakan tadi . kenapa aku harus mengeluh ? berarti Tuhan telah menunjukkan kepadaku bahwa hendra bukanlah orang yang tepat untukku . kuhapus air mata itu, tak boleh aku menangisi orang yang membuat hatiku sesakit ini . kutegakkan tubuhku, kujalankan kakiku keparkiran . untuk saat ini aku hanya ingin mengistirahatkan tubuhku dirumah, bergegas aku keparkiran tak ingin aku melihat lelaki brengsek itu .
cepat-cepat aku berjalan menuju parkiran, tetapi kuhentikan langkahku ketika mendengar seseorang memanggil namaku .
"tunggu dewi." sergahnya .
"hmm, kenapa ? dan mau apa ? lagi nggak ada waktu ni." jawabku ketus .
"maaf sebelumnya karna sudah mengganggu . ini kunci mobil kamu , tadi terjatuh ditaman. aku sempat memanggilmu tapi kamu cepat sekali jalannya . sepertinya terburu-buru .ini kunci mobilmu ." katanya sambil menyodorkan benda kecil yang sangat berarti untuk aku itu .
"ooh, makasih ya ." aku langsung pergi meninggalkannya, aku sedang tidak ingin berbasa-basi dengannya .
kecewa hati seorang cowok yang ditinggal pergi oleh seorang cewek yang dikaguminya dari pertama mereka bertemu ketika ospek . sungguh dia tak mengerti dengan cewek itu, cewek itu sangat misterius dan cuek menurutnya . itulah yang membuatnya menyukai cewek itu . walaupun berada di fakultas yang berbeda tetapi iya sering kali berjalan-jalan ke fakultas farmasi ini hanya untuk melihat cewek itu . iya tau kalau dewi sudah memiliki pacar tapi sebelum jalur kuning melengkung dia masih memiliki harapan untuk mendekati dewi . dilihatnya cewek cantik dengan rambut panjang sebahu itu pergi meninggalkannya menuju mobilnya itu . sebelum dewi melihatnya diperhatikan oleh rian dari tadi, dia sebaiknya segera pergi dari tempat itu .
cepat-cepat aku berjalan menuju parkiran, tetapi kuhentikan langkahku ketika mendengar seseorang memanggil namaku .
"tunggu dewi." sergahnya .
"hmm, kenapa ? dan mau apa ? lagi nggak ada waktu ni." jawabku ketus .
"maaf sebelumnya karna sudah mengganggu . ini kunci mobil kamu , tadi terjatuh ditaman. aku sempat memanggilmu tapi kamu cepat sekali jalannya . sepertinya terburu-buru .ini kunci mobilmu ." katanya sambil menyodorkan benda kecil yang sangat berarti untuk aku itu .
"ooh, makasih ya ." aku langsung pergi meninggalkannya, aku sedang tidak ingin berbasa-basi dengannya .
kecewa hati seorang cowok yang ditinggal pergi oleh seorang cewek yang dikaguminya dari pertama mereka bertemu ketika ospek . sungguh dia tak mengerti dengan cewek itu, cewek itu sangat misterius dan cuek menurutnya . itulah yang membuatnya menyukai cewek itu . walaupun berada di fakultas yang berbeda tetapi iya sering kali berjalan-jalan ke fakultas farmasi ini hanya untuk melihat cewek itu . iya tau kalau dewi sudah memiliki pacar tapi sebelum jalur kuning melengkung dia masih memiliki harapan untuk mendekati dewi . dilihatnya cewek cantik dengan rambut panjang sebahu itu pergi meninggalkannya menuju mobilnya itu . sebelum dewi melihatnya diperhatikan oleh rian dari tadi, dia sebaiknya segera pergi dari tempat itu .
sesampainya aku dirumah aku langsung berjalan kekamar, tidak ingin aku menyapa mama yang sedang menyiram bunga . mama sempat memanggil tetapi tak kuhiraukan . kututup dengan keras pintu kamar, ku lempar tasku keatas kasur . dan aku pun menyusul kekasur untuk mengistirahatkan tubuh sejenak . sekarang kalau punya masalah aku lebih cenderung memilih untuk tidur daripada harus memikirkan masalah itu . ya walaupun masalah itu tidak bisa dilupakan sepenuhnya, tetapi aku sedikit lebih tenang dengan tidur tersebut . kututup mataku dan lama kelamaan aku sudah berada dibawah alam sadarku .
"ewikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk, bangun dong molor aja lo dari tadi." teriak fitri . ternyata dia sudah dari tadi berada dikamarku . dia ingin tau kondisi dewi apakah baik-baik saja atau tidak . iya mengetahui kejadian dewi bertengkar dengan hendra dari temannya . tadi setelah selesai urusannya dengan ibu nana dia langsung kerumah dewi . eh dianya malah molor .
"hmmm..." jawabku ogah-ogahan sambil menenggelamkan kepalaku. fitri mengambil guling yang sedari tadi kupeluk .
"apasih fit ? ganggu aja deh ya ." jawabku kesal, sambil dengan enggan mendudukkan tubuhku .
"hmm, aku tau kamu sedang patah hati dan aku tau......"
"stop-stop udah deh jangan bahas masalah itu lagi, nggak penting!"memotong kata-kata yang diucapkan fitri tadi . aku sedang tidak ingin membahas masalah tentang cowok brengsek itu sekarang .
"okedeh, aku tau kamu wanita yang sangat tegar dan kuat." kata fitri sambil memelukku sangat erat . memang dia yang paling mengerti aku untuk saat ini .
setelah 3 minggu kemudian .
hmm, cukup sudah aku menghabiskan liburanku dibali . dibali aku tinggal dirumah tante irma . cukup senang aku dengan liburan yang 3 minggu itu . mungkin aku sudah lupa dengan masalah yang aku punya . kini aku telah kembali kerumah yang sudah menungguku . ntah kenapa aku pengen jalan-jalan ke taman komplek rumah, rasanya pengen merasakan udara segar sore ini, yang selama 3 minggu ini tidak aku hirup . walaupun aku masih capek karna baru sampai . tapi ntah kenapa kaki ini terus melangkah ke taman komplek .
sesampainya di taman komplek .
"ups, sorry." katanya ketika tau-tau menubrukku .
"uu, apasih ? liat-liat dong , nggak tau apa ada cewek cantik disini." gerutuku .
"maaf-maaf, aku nggak sengaja."katanya, aku menoleh lalu memperhatikan wajahnya yang mungkin pernah aku lihat sebelumnya .
"kayak pernah liat, siapa ya ?" tanyaku.
"aku rian, aku kuliah di UGM jugak ambil jurusan kedokteran . ingat nggak waktu itu aku ngembaliin kunci mobil kamu yang terjatuh ditaman dekat fakultas farmasi?" tanyanya balik .
"ooh, iya iya aku ingat . oh jadi kamu ya, makasih ya buat waktu itu . maaf kemaren aku cetus banget sama kamu." jawabku, sambil berjalan menuju kursi yang ada disana .
"apa kabar wi?" tanyanya, sambil mengikuti dewi kearah kursi yang sebentar lagi akan mereka duduki itu.
"baik, kok kamu tau nama aku sih?" tanyaku balik .
"hmm, waktu itu waktu ospek . yang waktu jatuh itu ." jawabnya gugup, tak mungkin iya memberitahukan kepada dewi bahwa iya suka padanya dan sudah sejak lama iya mengincar dewi . jangankan nama, semua yang berhubungan dengan dewi ,dia pasti sudah tau .
"ooh."aku tersipu malu, ya saat ospek aku pernah terjatuh karna tersandung batu waktu itu . aku sangat malu pada saat itu . semua orang yang ada disana tertawa melihatku . hanya 1 orang yang peduli denganku yaitu hendra . ya dia adalah pahlawanku pada saat itu tapi untuk sekarang dia adalah bajingan bagiku .
ntah kenapa, aku jadi bercerita-cerita padanya, aku ceritakan bermacam-macam cerita padanya . termasuk cerita tentang kalau aku sudah putus dengan hendra . ntah kenapa aku percaya sekali kepadanya . padahal aku tidak pernah ingin menceritakan tentang hidupku termasuk masalah pribadiku kepada orang yang baru aku kenal . tapi menurutku dia enak diajak cerita . nyambung , nggak kayak hendra yang kadang-kadang lola . ups kenapa mengingat dia lagi sih . pergi deh jauh-jauh sana . hmm semenjak pertemuan ditaman kompleks itu aku jadi sering jalan dan ngobrol bareng sama dia . untuk saat ini aku sangat nyaman dengannya . dia sangat baik dan perhatian kepadaku . tapi untuk saat ini aku tidak sedang ingin menjadikannya lebih dari sekedar teman . tapi fitri bilang aku sangat cocok dengannya, fitri bilang aku nggak boleh terus-terus menutup hatiku untuk cinta yang baru . ya, tapi aku memang belum bisa sampai saat ini membuka hatiku untuk orang lain yang ingin mengisi hatiku ini . aku hanya menganggapnya sebagai teman .
sampai suatu saat....
"wik wik,liat tu." kata fitri menggangguku ketika belajar ditaman pada saat itu.
"apaan?" tanyaku .
"itu liat dulu deh." memaksaku untuk melihat apa yang telah dilihatnya terlebih dahulu .
kulihat tulisan yang ada di rerumputan yang tadi ketika aku datang belum ada . ntah kapan dan bagaimana tiba-tiba ada disana . tulisannya di desain dengan sangat apik menggunakan bunga mawar merah "I ♥ YOU, MAUKAH KAU MENJADI PACARKU DEWI?" itu tulisannya , aku sangat terkejut dengan apa yang terjadi . tiba-tiba datang sosok yang sangat aku kenal yang selalu menemani hari-hariku saat ini . dia mengulurkan seikat mawar merah yang sangat cantik sekali . dia memang sangat tau sekali apa yang aku suka dan tidak suka . ntah bagaimana dia bisa mengetahui itu semua . aku juga bingung .
"hei, apa pendapatmu tentang ini semua?" tanyanya .
"bingung."jawabku.
"bagaimana ? maukah kau menjadi pacarku ? aku janji akan membahagiakanmu dan tidak akan melukai hatimu."tanyanya lagi .
"maaf yan aku nggak bisa, aku hanya menganggapmu sebagai teman."spontan kata-kata itu keluar dari mulutku dan mungkin membuatnya sakit hati mendengarnya .
aku segera berlari, mengambil tas dan bukuku . aku ingin segera meninggalkan tempat yang sudah sejak tadi rame didatangi oleh para mahasiswa yang ntah darimana datangnya . mungkin hanya sekedar ingin melihat tontonan gratis yang saat ini sedang berlangsung . banyak sekali mereka-mereka yang kepo disini fikirku . kutinggalkan tempat itu, buru-buru aku berjalan menuju parkiran . tiba-tiba fitri memanggilku, aku tidak menghiraukannya .
"wik tunggu." cegatnya .
"hmm."jawabku santai .
"kamu apa-apaan sih ? kamu tau nggak kamu udah nyakiti perasaannya rian . dia sangat baik padamu , kenapa kamu nggak mau membuka hati kamu buat dia ? aku tau kamu juga suka kan sama rian . mata kamu itu nggak bisa bohong. aku nggak ngerti dengan sikap kamu . aku benci sama kamu . kamu bukan dewi yang kukenal dulu, kamu sudah berubah. berubah dengan egomu itu." jelasnya panjang lebar lalu pergi meninggalkanku .aku hanya bisa terdiam melihat apa yang dikatakan fitri . sudahlah, aku pulang saja .
sudah 2minggu ini aku tak bertemu dengan rian jujur ku akui aku sangat merindukannya . fitri pun sama semenjak kejadian itu dia tidak mau lagi mendekatiku , sekedar menyapaku saja tidak . aku yang mendekatinya malah dia yang menjauh . apa yang harus aku lakukan ? fitri memang benar aku terlalu menutup hatiku untuk orang lain . dan benar aku merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan rian kepadaku, aku juga mencintainya . apa harus aku mengakui perasaanku ini kepada rian . hmm kulangkahkan kaki ini ke fakultas kedokteran hanya untuk mencari sosok pria yang telah kutolak cintanya . kutanya pada teman-temannya kesana kemari, tapi mereka bilang mereka tidak tau . kucoba menajamkan pandanganku untuk mencari rian . setelah beberapa lama aku mencarinya kulihat dia di salah satu pohon rindang yang tumbuh di fakultas kedokteran itu . dia sedang duduk sendirian disana, sepertinya iya sedang membaca buku . biasalah anak kedokteran sok rajin eh maap memang rajin maksudnya hahahaha . kumantapkan langkahku untuk menuju kesana, mumpung dia lagi sendirian fikirku .
"hei." sapaku, mengawali pembicaraan .
"hei juga, ada apa?" tanyanya .
"nggak, nggak ada . lagi pengen liat kamu aja . aku kangen tauk ." jawabku .
"ooh." jawabnya datar, kurasa dia masih sakit hati padaku .
"kamu marah ya sama aku ? aku mau minta maaf sama kamu . aku salah , nggak seharusnya aku menutup hatiku untuk orang yang ingin mengisi hatiku. aku boleh minta satu permintaan nggak ?" tanyaku padanya .
"permintaan apa ?"tanyanya balik.
"kamu mau nggak mengulang untuk memintaku menjadi pacarmu pada waktu itu?" pintaku.
"hah, untuk apa ? kamu jangan memberi harapan lagi untukku. aku sudah tidak ingin membicarakannya ."katanya dengan emosi.
"bukan itu maksudku, aku tidak ingin lagi menutup hatiku . aku jujur aku merasakan hal yang sama denganmu . aku mencintaimu dan aku menyayangimu . sungguh, aku tidak bohong. bahkan aku sangat kehilanganmu ketika kau tak pernah lagi mendatangiku atau hanya sekedar untuk menghubungiku." ucapku, jatuh air mataku tiba-tiba . rasanya tidak tahan aku menahannya lagi .
"benarkah kau mencintaiku ? sungguh sejak pertama aku melihatmu dan sampai sekarangpun aku masih merasakan hal yang sama yaitu mencintaimu . aku sempat kecewa saat kamu menolakku . tapi sudahlah, sekarang pasti kau mau menerimaku . aku berjanji akan membahagiakanmu. maukah kau menerimaku untuk hatimu ?" katanya sambil menghapus air mataku .
tak bisa aku jawab dengan kata-kata aku hanya mengangguk . tanpa sepengetahuanku ternyata fitri mendengar semunya . dia datang memelukku dan mengucapkan selamat kepadaku dan rian .
"semoga langgeng." bisik fitri padaku . yang membuatku tersenyum dan merasa bahagia karna dia sudah tidak marah lagi padaku .
semenjak saat itu semuanya berubah menjadi lebih indah . kini aku punya lembaran baru . lembaran yang akan aku buka untuk kehidupan baruku . kubuang jauh-jauh lembaran yang ada dulu dan tak igin membuknya lagi .
cinta itu memang aneh , tiba-tiba datang saat yang tidak kita inginkan . ya cinta itu datang padaku, saat aku tidak menginginkannya . aku tau cinta itu harus disyukuri . jika kamu pernah merasa kehilangan cinta pada saat kamu merasakan cinta itu tidak akan hilang lagi . maka percayalah, dan yakinlah kalian bisa melupakan masa-masa itu . jangan berlarut-larut dalam kesedihan, banyak orang diluar sana yang lebih pantas untuk mencintaimu dan kau cintai . mereka yang mencintaimi sangat tulus . mereka menginginkanmu bahagia, mereka tidak ingin melihatmu bersedih . bangkitlah dari masa lalu surammu itu . sambut hari esok dengan keceriaan dan senyum tulusmu .
THE END
CREATED BY
INDRI ATIKA ARMI
^_^
ASSALLAMMUALAIKUM ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar