"terimakasih untuk 3 tahun terakhir ini telah menemaniku , mau suka ataupun duka. walaupun hubungan kita hanya sebatas teman saja."
"...."
"(menunggu jawaban seseorang yang dari tadi tak mengeluarkan sedikit pun suaranya)."
"..."
"dan , maaf juga sudah merepotkan selama ini."
"...."
"assallammualaikum."
"walaikumsallam."
Tak ada sedikit pun kata yang diucapkannya, hanya jawaban salam yang kudengar .
Ntah apa yang kurasakan saat itu, aku berjalan ditengah dinginnya malam itu . aku merasa hampa,sesak , dan sakit. hujan pun turun secara perlahan, seakan tau apa yang ku derita .
"kamu mau minum apa ?" tanyanya padaku.
"hmm, biasa aja deh." jawabku acuh tak acuh.
"ok, makannya apa?" tanyanya lagi .
"hmm,aku ngg.." belum sempat aku menyelesaikan jawabanku , seseorang memanggil reyhan.
"mila? kenapa bisa disini ?" tanya reyhan pada gadis yang memanggilnya tadi.
"seharusnya aku yang tanya itu ke kamu ? kamu bohong kan sama aku ? katanya tadi kuliah tapi kok sama wanita nggak jelas ini ?" cercanya.
"ups, sorry ya mbak. kalo mau berantem saya nya jagan dibawa-bawa dong ya."celaku.
"hmm, asal ngejawab aja lo." katanya.
"sudah-sudah cukup . kalian ini apa-apaan sih ? kayak anak kecil aja . oh ya mil, aku sempat bohong samamu karna aku memang mau pergi sama cika. dan ini wanita yang selama ini aku ceritain sama kamu . kenalkan ini cika, cika kenalkan ini mila temanku." katanya sambli mengenalkanku dengan wanita jutek itu.
"ok,salam kenal mila." kataku sambil tersenyum palsu.
"..."menghalau tanganku ketika ingin bersalaman dengannya.
"mila, apa-apaan kamu ini?" kata reyhan.
"aku nggak ngerti sama kamu han. kamu sekarang udah berani bohong sama aku . padahal aku kan nggak pernah bohong sama kamu . dan aku lebih lama mengenalmu daripada wanita ini."kata wanita jutek itu panjang lebar sambil menunjukku.
"ayo duduk dulu, nggak enak bicaranya kalau sambil berdiri." kata reyhan sambil duduk, lalu diikuti denganku dengan mila.
"sekarang kamu milih aku atau dia?" tanya mila.
"maksud kamu apa? datang-datang langsung bilang kayak gitu." tanya reyhan balik.
"aku mau kamu jawab kamu lebih milih dia atau aku ? aku benci aja, selama ini dan tepatnya akhir-akhir ini kamu nggak pernah ketemu aku lagi . dan semenjak kamu mengenal dia, kamu sering bohong . dan sepertinya kamu sering menghabiskan waktu sama dia dibanding aku. padahal dulu kamu nggak seperti itu . dan apa perlu aku bilang sama dia kalo..." jelasnya, tapi penjelasannya nggak sampai habis karna dipotong oleh reyhan.
"okok, ya aku akan milih." katanya.
"milih siapa ?" kataku sok ikut campur.
"aku milih mila, karna aku lebih lama mengenalnya."jawabnya.
"hmm,yayaya. aku mengerti."kataku.
"bagus sekali jawabannya . karna kamu milih aku berarti kamu mau dong ngelakuin apa aja untuk aku?" tanyanya lagi.
"iyaa." jawabnya datar.
"hmm, baiklah . ucapkan selamat tinggal padanya . dan kamu jangan pernah menghubunginya lagi, telfon no sms no ketemuan no." jelasnya.
"hmm, maksud kamu apaan sih ?" reyhan balik bertanya.
"katanya tadi mau ngelakuin apa aja buat aku. atau mau aku kasih tau tentang.."
"iya oke."belum sempat mila ngomong udah dipotong duluan sama reyhan.
"cika.." memanggilku yang dari tadi pura-pura nggak tau apa yang mereka bicarakan sejak tadi
"hmm." jawabku datar.
"aku nggak tau harus mulai dari mana, aku bingung dengan semua ini . maaf aku lebih memilih mila dari pada kamu, dan aku bakal ngelakuin apa aja untuk mila . termasuk harus ninggalin kamu, aku nggak akan ganggu hidupmu lagi. dan kamu kan juga udah tau aku lebih duluan mengenalnya daripada mengenal kamu." jelasnya panjang lebar.
"yayaya aku ngerti kok rey." jawabku datar.
ya memang reyhan lebih dulu mengenal mila dari pada aku, dan aku tau dimana posisi ku saat ini. memang akhir-akhir ini reyhan lebih sering menemaniku.dia lebih cenderung menghindari mila, ntah karena apa aku pun tak tau . hmm sepertinya aku nggak kuat harus lama-lama di dekat mereka berdua.
"hmm, aku permisi dulu ya . maaf selama ini sudah membuat hubungan kalian sedikit menjauh akhir-akhir ini . assallammualaikum." kataku sambil meninggalkan mereka berdua.
"cika.... tunggu." kudengar reyhan memanggilku tapi tak ku pedulikan.
1 bulan kemudian
sepi raasanya hidupku saat ini, tak ada lagi reyhan yang selalu menemaniku saat aku terjaga seperti ini dikala malam. tak ada lagi reyhan yang selalu menemaniku belajar . dan tak ada lagi reyhan yang selalu ada saat aku senang maupun sedih . jujur aku kangen sama reyhan. baru sekarang aku merasakan kehilangan dia, dia yang hanya sebatas teman saja tapi dia sangat berarti untukku.
kuberanikan diri menemui dia dirumahnya, ketika sampai didepan rumahnya kulihat dia sedang duduk diteras
"hai." sapaku
"kenapa datang kesini lagi?" tanyanya.
"aku kangen padamu rey."kataku tenang.
"aku kan dah bilang padamu jangan temui aku lagi."
"tapii..."
"..." dia langsung masuk kerumahnya dan tanpa mempedulikanku sedikit pun.
langsung saja tanpa berfikir panjang aku ketuk-ketuk pintu rumahnya . "rey , aku mau ngomong sebentar sama kamu, aku janji nggak bakal ganggu kamu lagi." aku berteriak-teriak didepan rumahnya. akhirnya dia keluar dengan memasang muka sedingin es itu. aku jadi takut melihatnya .
ingatan ku lama-kelamaan makin pulih
aku bergegas meninggalkan tempat itu, sesampainya dirumah aku langsung mandi. setelah mandi aku bereskan semua barang-barang yang pernah diberikan reyhan padaku . tak ingin aku mengingat-ngingatnya lagi. sungguh tak ingin . kuhapus semua kontak dia di hp ku , kurebahkan diriku dikasur empukku, kutumpahkan semua perasaan malam ini . dengan tidur aku berharap hari esok lebih indah tanpa perlu mengingatnya lagi .
kucoba menghadapi semua ini dengan ikhlas . kupikir mudah melupakannya tapi lama-kelamaan sulit sangat untuk melupakannya. apa lagi iya sering menghubungiku tapi tak pernah kuangkat . pernah waktu pertama kali dia meghubungiku aku tak tau itu nomor siapa karna aku sudah kuhapus nomornya dari hp ku. setelah mendengar suaranya langsung saja kumatikan sambungannya. datang kerumah pun ia sering aku suruh aja mama bilang kalau aku nggak ada dirumah. simple bukan. sampai suatu ketika mila menemuiku hanya untuk membicarakan reyhan, yang pertama kupikir mungkin tak penting . waktu itu aku dan mila tak sengaja bertemu di toilet restaurant . ntah angin apa yang membawaku bisa bertemu dengannya saat itu.
"ups, ada cewek gatel ni." sapanya tak sopan.
"maaf ya mbak , tolong dijaga tu mulutnya." jawabku sambil bercermin .
"hmm, gimana sama reyhannya?" tanyanya.
"aku sama dia udah nggak pernah ketemu lagi tuh, toh kamu sendiri yang memintanya." jawabku.
"kamu mau tau nggak tentang latar belakangnya reyhan ya mungkin aku rasa kamu juga harus tau lah . tapi kamu tanya aja deh sama reyhan . aku kasih tau bocoran sedikit ya mamanya reyhan itu pernah jadi penghibur malam . makanya itu dia takut kalau kamu sampai tahu. dia nggak mau kamu ngejauhi dia, dia sepertinya ada rasa dengan mu ya udah deh aku duluan ya daa." jelasnya sambil meninggalkanku.
"..." aku terdiam terpaku.
jadi itu yang membuat reyhan lebih memilih mila dibanding aku . takut rahasia itu kebongkar ? kenapa harus takut, toh aku nggak kenapa-kenapa dengan berita itu . tadi mila bilang reyhan ada rasa sama aku . rasa apa ya ? ah kenapa aku fikirin . dia pun nggak mikirin aku juga toh . hmm sudahlah..........
ketika aku ingin pulang dari restaurant itu kalihat sesosok cowok yang sangat ku kekenal berjalan menuju arah restaurant ini . ku coba untuk menundukkan kepala agar ia tak melihat sosok ku . hmm semakin dekat semakin dekat ayo waktu berlalulah ayo cepat . kudengar suara yang ntah datang dari mana itu menerpa telinga ku "hey". kucubit tanganku berkali-kali terasa sakit . berarti ini tak mimpi . "hei" sapanya lagi . ku coba untuk mengangkat perlahan-lahan kepalaku . kulihat pria itu dari sudut mataku , tak ada yang berubah darinya . ia masih seperti yang dulu. masih sama seperti dulu aku mengenalnya.
"hey." sapanya lagi.
"yaa, apa?" jawabku dingin.
"ketus amat jawabannya, kangen tauk." jawabnya.
"yayaya, I know that." jawabku lagi.
"kamu nggak kangen ya ?" tanyanya lagi.
"nggak." jawabku.
"yakin?" tanyanya lagi.
"sure." jawabku sambil meninggalkannya.
"hey tunggu." panggilnya sambil mengejarku.
"..."
"mau kemana?" tanyanya lagi.
"..."kupercepat langkahku.
"please, jangan pergi lagi." katanya sambil menarik tanganku kedekatnya.
"kamu nyariin mila kan ? mila masih ada di dalam sepertinya tadi .
"bukan aku mencarimu, mila kasih tau aku kalau kamu lagi disini. jadi aku susulin aja kamu kesini." jawabnya.
"buat apa ?"
"buat minta maaf dan ingin menjelaskan sesuatu padamu."
"so?"
"kasih aku waktu untuk ngejelasinnya." mohonnya penuh harap.
"hmm."
"ayolah." mintanya.
"key, ayo ke mobil ku . kita bicara di dalam mobilku saja." ajakku.
"nggak bakal ngapa-ngapain kan di mobil mu hahaha."
"..." kucubit lengannya.
ya, iya menjelaskan masa lalu mamanya itu persis dengan apa yang dibilang mila tadi di toilet . aku memang tak peduli sebenarnya dengan masa lalu itu . karna aku rasa masa lalu itu memang harus dilupakan bukan untuk dikenang-kenang lagi . ya kan ? toh nggak ada gunanya ngingat-ngingat masa lalu .
"hmm, tadi aku bicara sama mila . katanya kamu ada rasa sama aku . rasa apa ya ? aku nggak ngerti ." tanyaku padanya.
"rasa coklat." jawabnya simple.
"hmm, okelah."
"aku cinta sama kamu, kamu gimana?" tanyanya lagi .
"two the point banget hahaha." jawabku.
"hmm, aku serius ini." katanya sambil memegang tanganku.
"mila gimana?" tanyaku padanya.
"dia setuju. dia itu teman yang baik . dia hanya mengetes kesetiaanku padamu . jadi gimana ?" tanyanya lagi.
"aku tidak tau harus memulai dari mana, kita jalani saja dulu hubungan ini ."jawabku.
"jangan pernah tinggalkanku lagi, aku tak bisa hidup tanpamu." katanya .
"gombal hahahah."
sejak malam itu hubunganku dengannya semakin-semakin saja . dia memperkenalkanku dengan mamanya . mamanya banyak cerita tentang masa lalu nya . dia bilang aku wanita yang baik , wanita yang kuat dan wanita yang setia . dia bilang aku cocok dengan reyhan . ya, aku hanya bisa tersenyum saja . toh yang mengatur semuanya ALLAH :)
aku bahagiaaaaaaaaaaaa dan ternyata aku yang dipilih hihihi :$ :)
THE END
CREATED BY
INDRI ATIKA ARMI
^_^
ASSALLAMMUALAIKUM ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar